Tentang Permadi Arya Si Abu Janda yang Bikin Trenyuh

Permadi Arya atau di media sosial dia mempolerkan diri dengan nama Ustadz Abu Janda Al Boliwudi, menjadi pembicaraan netizen di media sosial usai tampil acara di ILC pada 5 Desember lalu.


Hampir semua netizen 'menyerang' orang yang ternyata bukan ustadz itu, di antaranya ditulis oleh Zeng Wei Jian, yang dikutip dari Swamedium ini:

Kumisnya melintang. Suaranya keras. Sengit. Mata melotot. Mendelik. Celingak-celinguk. Muka seram. Intonasi tinggi. Otak ditaro dalam laci. Ditinggal di rumah. Kuncinya ilang. Gara-gara penampilan Abu Janda di ILC, Pro Ahok dapet stempel “Go-Block”.

Abu Janda Al Boliwudi bukan ustad. Banyak tingkah di sosmed. Sternya Ahok. Tukang bully para ulama. Anak ini punya stereotype sebagai penderita attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias hiperaktif.

Sok tenar, ngetag dan dikomplen Menteri Susi Pujiastuti. Pedenya naik setelah Cryil Rahul Hakeem ngancem usir Felix Siauw dari negaranya. 

Abu Janda merusuh di tipi. Bikin gaduh cyber. Jutaan caci-maki, hinaan, omelan, damnation, meim, GIF menghiasi beranda. Abu Janda is the super star. Sanggup nutup amanat makan keong sawah.

Dengan peci miring, Abu Janda ingin tampil sebagai Standup Motherf**k*r. Jampang. Jawara. Bringas.

Ada 9259 orang janda di Malang. Bukan itu yang dimasalahin netizen. Dua hari berturut, Abu Janda dimaki dengan frase pasang muka badak, belaga gila, ayam sayur, Antisosial Disorder, dan sebagainya.

Abu Janda jadi korban cyberbullies.

Menurut Wise geek, bully victims ngga punya social skills. Mereka punya masalah maintaining positive friendships. Berasal dari violent environment.

Namanya disingkat jadi AZAB, Abu Sendal, Orang Gila dan lain-lain. Ngeri banget. Ada yang beri predikat “Solpat”. I don’t know what it means. Dia bilang, “Selagi emak-emak caci maki si Solpat di ILC, gua kok malah nangis. Nangis seneng.” Gubraaak.

Fotonya di ILC diinjek kaki, ditutup sapu ijuk, ditempelin celana dalam dan sebagainya.

Saking terhinanya Abu Janda, ada fans Ahokernya balik badan. Gus Yaqut Cholil berkomentar menolak Abu Janda adalah Kader Ansor. Katanya cuma perna ikut pendidikan dasar.
Ada yang bikin sebuah GIF. Potret Abu Janda dipasang di sebelah kiri. Di kanannya, diulang-ulang adegan Kyai Said Aqil Sirod berkata, “Goblok, goblok, goblok, goblok”.

Meim-meim Abu Janda dikreasi. Ada foto Abu Botak ditempel micin. Seperti orang sakit kepala. Kreatif.

Usai ILC, Abu Janda coba ngeles. Nulis macem-macem. Selain Menteri Susi, kecaman juga keluar dari mantan anggota DPR-RI, Djoko Edhi Abdurahman. “Tak bisa diralat perilaku di depan tv dengan tulisan. Kalau keok di depan tv, ya keok aja. Jangan banyak omong,” katanya.

Alumni HMI Geisz Cholifah berkata, “Secara telak, Abu Janda dan Denny Siregar telah patah. Ahoker dua itu sudah habis. Sulit buat bangkit. Stempel ‘dungu’ di jidat mereka sudah melekat. Ngga bisa dicopot.”

Sadis-sadis cemo’ohnya. Abu Janda digambar galak di Medsos, cemen di dunia nyata. Hiu dan macan di internet tapi realitanya cuma cebong dan patung macan.

Kasian, uda pasang muka serem malah diketawain. Ngga ada yang takut.

THE END.

Surat Terbuka Stanley Sumampouw untuk Denny Siregar

Penampilan salah satu penggiat media sosial Denny Siregar dalam program talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk '212: Perlukah Reuni?' di TV One pada Selasa 5 Desember 2017 mendapat banyak sindiran.


Rupanya penampilan pria yang terkenal garang mengeritik di media sosial itu tak sehebat tulisan-tulisannya. Alih-alih mengungkapkan argumen yang kuat Denny Siregar  malah jadi bulan-bulanan narasumber lainnya.

Denny Siregar tampak lebih banyak diam dan tak bisa menyembunyikan kegugupannya berhadapan dengan sejumlah tokoh seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, Felix Siuaw maupun Mahfud MD.

Tak pelak sejumlah netizen di media sosial membully penulis yang kerap membela Ahok ini. Salah satunya datang dari netizen bernama S Stanley Sumampouw.

Di akunnya di Facebook Stanley Sumampouw mengungkapkan kekecewanya melihat penampilan Denny Siregar di TV. Ia mengaku sedih mendapati penulis yang selalu berapi-api di sosmed justru melempem ketika tampil di TV.

SURAT BUAT DENNY SIREGAR
Oleh: S Stanley Sumampouw

Tadi malam saya melihat anda untuk pertama kalinya di ILC. Ternyata debat didunia nyata dengan menulis tulisan di dunia maya itu sangat berbeda. Tetapi saya maklum bahwa anda hanya terbiasa menulis tetapi tidak terbiasa ber-debat.

Kenapa demikian? Tulisan tulisan anda yang selalu ditunggu oleh para penggemar anda, yang selalu menebar puja puji mereka, memang sudah menutup kemungkinan bagi anda untuk berlatih berdebat. Kalaupun ada yang tidak setuju dengan tulisan anda lalu berkomentar, anda selalu tidak menjawab komentar tersebut dan hanya mendiamkannya saja..

Tadi malam ketika saya melihat anda di ILC, saya sedih. Anda yang biasanya garang dan lincah serta penuh kharisma dalam tulisan tulisan anda, ternyata hanya sampai sebegitu saja.

Berdiskusi dengan menulis adalah sesuatu yang sangat berbeda. Menulis adalah ekspresi satu arah saja dimana emosi dan pikiran pikiran anda, anda wujudkan dalam bentuk tulisan. Lalu orang yang membacanya boleh setuju atau tidak terserah saja. Tetapi berdiskusi atau berdebat anda head to head dengan orang orang yang berlawanan dengan anda dimana argumentasi harus diberikan saat itu juga.

Anda juga harus mengeksekusi berbagai argumen langsung tanpa bisa ditunda seketika dalam hitungan detik. Diskusi juga sangat dinamis dimana perkembangan arah pembicaraan bisa menjadi tidak terduga diluar dari skenario yang sudah anda persiapkan sejak dari rumah.

Bung Denny Siregar, saya bukan alumni 212 apalagi simpatisannya.

Saya hanya masyarakat biasa saja yang sering gagal paham dengan tulisan tulisan anda yang sering berat sebelah dan tidak fair. Dan ternyata tadi malam memang terlihat ketidak fair-an anda ketika anda mempersoalkan dana penyelenggaraan hajatan alumni 212 tersebut dengan mengatakan bahwa dana sebanyak itu sebaiknya disumbangkan untuk para korban bencana alam yang saat ini terjadi di berbagai daerah dinegara kita.

Anda lupa, bahwa belum lama berselang ditengah-tengah awal bencana Gunung Agung di Bali, ada orang yang merupakan idola anda, yang selalu anda tulis segala kebaikannya dengan menyuruput kopi gembira anda, mengadakan pesta berhari-hari lengkap dengan kereta kencana segala bak kerajaan, tetapi tidak anda persoalkan dan sarankan bahwa sebaiknya biaya pesta agung tersebut diperuntukkan saja bagi para pengungsi Gunung Agung. Sama sekali tidak terpikirkan oleh anda untuk menulis hal tersebut bahkan menganjurkan hal tersebut dalam tulisan anda. Anda selalu larut dengan segala puja puji anda kepada idola anda tersebut sehingga menutup mata dari kenyataan lain dimana sebagai pendukung seyogyanya anda menjadi garda terdepan untuk mengingatkan dan melakukan kontrol terhadap kebijakan kebijakan idola anda yang tidak pro rakyat.

Akhirnya saya hanya ingin mengatakan dan menyarankan juga kepada anda, sebaiknya anda mengurangi minum kopi. Karena kebanyak kafein juga tidak sehat. Kebanyakan kafein dapat menyebabkan eforia tinggi dan serasa melayang diangkasa terus. Sehingga ketika anda harus berpijak dalam kenyataan seperti semalam di ILC, anda menjadi gagap dan gamang berhadapan dengan dunia nyata yang bukan maya.
(Ditulis sambil ngeteh pagi2...)

Ditulis di Cinere Depok,
06/12/2017,
Pk 07.25.

*Surat terbuka ini sudah 368 kali dibagikan dan dikutip dari Tribunnews.

Surat Cinta buat Abu Zanda Al-Boliwut (AZAB)

Tayangan talkshow Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk '212: Perlukah Reuni?' yang berlangsung di TV One pada Selasa 5 Desember 2017, berlangsung sengit.


Hadir sebagai narasumber, yakni budayawan Sujiwo Tejo, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan Fadli Zon, dai KH M Al Khaththath, dai Felix Siauw, pengacara Eggi Sudjana.

Turut hadir mususi Ahmad Dhani, pengamat politik Rocky Gerung, anggota DPR RI Komarudin Watubun. Juga penggiat media sosial Denny Siregar dan Permadi Arya, Ketua Pengurus Besar NU Marsyudi Suhud, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Aan Anshori, cendikiawan Muslim Asyumardi Azra, serta via video conference pakar hukum tata negara Mahfud MD.

Gelar wicara ini menarik perhatian hingga kemudian menjadi perbincangan melalui media sosial karena perdebatan antara Felix Siauw dengan Permadi Arya yang di media sosial mempolerkan diri dengan nama Ustadz Abu Janda Al Boliwudi.

Kedua orang ini sebenarnya sudah sering berdebat di media sosial sebelumnya. Felix Siauw maupun Abu Janda sama-sama penggiat media sosial dengan memiliki followers yang banyak. Meski demikian Felix Siauw sedikit lebih populer.

Beda dengan Felix Siauw yang mendukung aksi Bela Islam, Abu Janda justru sebaliknya, dia tak jarang menyinggung ulama-ulama yang dianggapnya suka memprovokasi. Karena penampilannya dianggap membodohi dan membongi publik, 'ustadz palsu' Permadi Arya ini mendapat 'surat cinta' dari netizen:

Surat Cinta buat Abu Zanda Al-Boliwut (AZAB)
Oleh: Arham Kendari

Duhai Mas AZAB yang rupawan..

Terlebih dahulu izinkan saya memanggil anda AZAB. Saya pikir ini masih lebih beradab. Sebab andai nama anda Abu Nanda Al-Lolipop saya juga pasti gak sampai hati menyingkat. Pertama-tama, maafkan jika surat ini terasa garing dan bermuatan koplak. Anggap saja saya sedang sedekah. Karena bukankah koplak terhadap orang koplak adalah sedekah?

Tapi itu bukan hadits loh mas, itu cuma quote karangan saya sendiri, gak akan ditemukan sejak 200 tahun wafatnya nabi.

Duhai Mas AZAB kumis baplang..

Tadi malam saya melihat anda untuk pertama kalinya di ILC. Entah kenapa refleks lidah ini melafal taawudz, seperti ada aura aneh yang menyeruak meskipun anda berusaha menutupinya dengan ketampanan yang dikondisikan. Seperti ada getaran mistis yang merambat dari frekuensi kumis.
Anda yang biasanya gagah dengan lambe yang berturah-turah, kenapa mendadak ibarat air es disiram ke kerupuk barokah? Lempem, mas..

Anda yang konon selalu bicara fakta dan data, kenapa semalam ibarat sego peccel lepas karetnya? Berantakan, mas..

Duhai Mas Azab Jerami ngambang..

Sedih melihat anda jadi bulan-bulanan tertawaan. Saya sempat curiga anda tersesat, sebenarnya diundang ke ILK tapi salah masuk ke ILC. Atau malah mungkin diundang dalam acara supertrap di tivi sebelah dan anda jadi targetnya. Buktinya mau saja anda dijebak teman anda dengan tipuan bendera.

Bendera Utsmani anda klaim bendera Rasulullah. Jangan-jangan besok umbul-umbul kelurahan anda katakan bendera khilafah, atau spanduk Musrembang anda tuduh bendera Al-Qaeda.

Duhai Mas AZAB kopiah sungsang..

Semalam saat Pak Rocky bilang negara ini tak bisa direkatkan dengan lem aika aibon, saya langsung percaya. Gimana mau pake aibon kalo aibonnya sudah anda hirup semua? Anda seperti kehilangan akal. Mana itu intelektual? Saya sempat meragukan jangan-jangan anda dulu dapat ijazah TK dari ujian persamaan.

Orang bicara dalil agama, anda meributkan warna. Panjang lebar dikasih waktu, kebenaran perkataan yang saya tangkap dari anda cuma nuwun sewu.

Duhai Mas AZAB bansyer magang..

Mengapa anda begitu benci pada kalimat syahadatain? Apakah saat anda dilahirkan bukan diiringi adzan tapi Lingsir wengi yang dikumandangkan? Bertobatlah Mas, mumpung masih punya cadangan napas, kecuali anda bisa bernapas pake insang. Berhentilah membubarkan pengajian dan merongrong saudara seiman.

Jika anda benar-benar butuh pengakuan akan keberanian, coba berani gak bubarkan ibu-ibu yang lagi arisan?

Salam Cinta dari Seberang Lautan.
Ditulis di Kendari 06/12/2017, 19.30.

*Catatan: Abu Janda bernama asli Permadi Arya, di media sosial dia mempolerkan diri dengan nama Ustadz Abu Janda Al Boliwudi. Dikutip dari Tribunnews.

Desi Salahkan ILC, Karni Ilyas Pukul Balik

Sangar di medsos tapi melempem saat debat langsung di ILC tvOne. Begitulah penilaian publik kepada Denny Siregar (Desi) saat tampil di ILC tvOne edisi Selasa (5/12/2017) kemarin.


ILC yang membahas topik Reuni 212 itu, Desi menjadi salah satu narasumber dari kubu kontra Reuni 212. Penampilan Desi bahkan telah mengecewakan para fansnya.

"Yg jelas gw kecewa sm loe bang… loe gak garang kyk di medsos, kl ada yg bilang ayam sayur yaa sprti semalem di tv.. gw bener2 kecewa… 😞,” ujar salah satu fansnya.

Bukannya tersadar dan introspeksi, Desi malah menyalahkan ILC.

"#ILCReuni212 Saya seperti kehilangan ILC diawal-awal kemunculannya yang greget. ILC menjadi seperti ajang curhat dan keluh kesah panjang daripada sebuah model diskusi yang menarik. @karniilyas https://www.dennysiregar.com/2017/12/semalam-di-ilc-tv-one.html," tulis Desi melalui akunnya di twitter yang ditujukan kepada pemandu acara ILC Karni Ilyas.

Kicauan itu langsung kena pukul balik dari Karni Ilyas.

"Kalau kamu tak pandai menari, jangan lantai kamu bilang terjungkat (jangan lantai kamu salahkan)," tulis jurnalis senior ini.

Wartawan Senior: Ustad Felix Terlalu Tega Pada Abu Janda

Kalau ada diantara Anda yang ingin beramal sholih ekstra, inilah saatnya. Caranya mudah dan pahalanya besar. Cukup Anda ikut mendukung hash-tag #SaveDennySiregar dan #SaveAbuJanda.


Dua bintang medsos, yaitu Denny Siregar dan Abu Janda, konon sedang mengalami stress tingkat tinggi setelah ikut menjadi narasumber acara Indonesia Lawyers Club (ILC), yang juga dikenal sebagai arena “intellectuality test” (uji intelektualitas). Pasalnya, mereka mempermalukan diri mereka sendiri di depan jutaan permirsa TVOne.

Denny membuat dirinya sendiri malu, bukan dipermalukan oleh orang lain. Dia menyampaikan komentar-komentar yang jauh di bawah standar minimum ILC. Malam kemarin ILC membahas perlu-tidaknya Reuni 212.

Ketika diberi kesempatan oleh pemandu acara, Karni Ilyas, untuk menyampaikan pendapatnya, Denny malah membahas poin yang paling remeh dalam penyelenggaraan Reuni 212, yakni poin tentang pendanaan dan bijak-tidaknya mengeluarkan uang yang begitu besar. Para pembicara lain, secara tak langsung, membuat Denny jauh tertinggal dalam hal konten kecendekiawanan (intellectuality content) komentar-komentar beliau.

Saya sepakat dengan tindakan Denny, lewat TS Facebook beliau, menyalahkan para pembicara lain. Sebab, gara-gara merekalah Pak Denny menjadi terdedah (terekspos). Seharusnya para narasumber menyetel kualitas uraian mereka agar tidak jomplang dengan mutu komentar Denny.

Kemudian, tiba giliran Abu Janda mempermalukan dirinya sendiri dengan data yang salah tentang bendera Hizbut Tahir. Beliau menunjukkan bendera Usmani Tukri di depan ILC dan mengatakannya sebagai bendera Rasulullah SAW. Ustad Felix Siaw terlalu tega mengoreksi Abu Janda di depan siaran langsung. Saya yakin, Ustad Felix merasa menyesal membantah Abu Janda soal data “asbun” tentang bendera itu.

Kemudian, Prof Mahfud MD juga secara “tak sengaja” mengoreksi Abu Janda tentang periwayatan hadits yang berlangsung 200 tahun setelah Baginda Nabi wafat. Secara implisit Abu Janda berpendapat bahwa hadits itu diragukan kebenarannya karena sangat jauh jarak periwayatanya sejak kewafatan Rasulullah.

Jadi, pengeksposan kadar intelektualitas kedua saudara kita itu, Denny Siregar dan Abu Janda, seharusnya tidak terjadi di siaran langsung ILC. Ini merupakan peristiwa yang sangat menyedihkan.

Kita tidak ingin kedua tokoh sosmed yang beken ini mengalami luka psikis yang terlalu dalam. Kita harus memprotes Karni Ilyas. Kita protes mengapa ILC menghadirkan para narasumber yang tingkat intelektualitasnya tidak disetarakan dengan kedua bintang sosmed itu.

Oleh karena itu, saya ajak Anda untuk mendukung kampanye #SaveDennySiregar #SaveAbuJanda.

Asyari Usman
(Wartawan senior eks BBC)

*Sumber: Dakwah Media http://berita.dakwahmedia.my.id/2017/12/07/asyari-ust-felix-terlalu-tega-kepada-abu-janda/
**Catatan: Abu Janda bernama asli Permadi Arya, di media sosial dia mempolerkan diri dengan nama Ustadz Abu Janda Al Boliwudi.

Film Anak-anak 'Naura & Genk Juara' Lecehkan Islam?!

Film anak-anak berjudul 'Naura & Genk Juara' yang sedang tayang di bioskop-bioskop sejak 16 November lalu menuai kontroversi dan protes, terutama dari umat Islam yang menilai film ini telah mendiskreditkan Islam.



Seorang penonton yang memprotes adalah Nina Asterly yang telah menonton film ini bersama anaknya. Melalui facebook, Nina Asterly menulis:

"Jeng Jeng Jeng...baik sy mau mereview film semalam yang katanya film musikal anak2 jaman now....Tadinya sy pikir film ini memang film bagus seperti film Petualangan Sherina dulu...sy pikir cocok untuk tontonan anak2... tapi ternyata jauuh dari sebuah film yang epik dan tidak cocok untuk anak2....menurut sy ini film yang secara implisit curahan hati kemarahan si sang pembuat film atas kebenciannya pada kami muslim yang membela agama kami yang sudah dilecehkan oleh si penista agama....Dimana sih letak mendeskreditkan islamnya ?? Di siniii  👇👇👇 :

Para penjahat digambarkan orang yang berjenggot, brewokan selalu mengucapkan istighfar dan mengucapkan kalimat2 Alloh lainnya...lebih ekstrim lagi saat si penjahat yang di serang anak2 lalu si penjahat lantang mengucapkan kalimat Takbir berkali-kali dan kalimat2 Alloh lainnya....Anak sy yang baru berumur 8 tahun saja dari mulai kemunculan si penjahat itu sampai film selesai terus2an bilang ke saya : Ma, itu orang itu islam tapi kok jahat tapi kok pencuri, gimana sih ??
Sy bilang ke anak sy : tidak ka itu salah, islam tidak begitu....

Sy dari awal kemunculan para penjahat di film itu langsung agak gak genah kenapa penjahatnya digambarkan seperti itu...Jawaban apa yang akan diberikan pada anak2 yang punya pertanyaan seperti anak sy apalagi orang tuanya seorang kecebong terutama kecebong sipit ?? Sangat besar kemungkinan mereka kecebong apalagi kecebong sipit akan mengamini bahwa begitulah orang2 islam, seperti penjahat di film itu...
setelah sy telusuri ternyata si pembuat film adalah seorang kecebong dan pendukung akut si penista agama....dia ungkapkan kekecewaan dia atas penahanan si penista agama di akun sosmednya....

Pantas saja dia buat film dengan peran antagonis yang memojokkan islam...untuk apa dia buat begitu kalau bukan menunjukkan kebencian dia pada kita muslim pembela ulama dan Al Qur’an ???
jadi menurut sy yang mau menonton film ini lebih baik jangan ditonton...biarkan film ini tenggelam dengan pendapatan minim....cinta islam stop menonton film2 yang mendeskreditkan islam !!!"

Lucunya pihak produser film, Amalia menyebut film 'Naura dan Genk Juara' tidak ada unsur mendiskreditkan Islam. Amalia mengatakan kebanyakan yang menghujat film karena belum menonton filmnya.

"Kebanyakan yang menghujat kami itu belum nonton. Jadi yang saya minta, sudah nonton dulu. Kami sangat terbuka untuk menerima kritik. Monggo dikritik," ujar Amalia, seperti dilansir VIVAnews.

Padahal bu Nina Asterly yang mereview film itu karena sudah menontonnya dan malah bersama anaknya.

Seorang jurnalis VIVAnews juga langsung menonton film ini untuk melihat langsung dan mencocokan dengan yang ditulis bu Nina Asterly. Ternyata benar ada kalimat istighfar Astaghfirullahaladzim, ada juga Takbir, juga lafal-lafal doa. Trio Licik ini juga ada yang pakai jenggot.

Di sosial media juga sudah beredar cuplikan video adegan-adegan penjahat Trio Licik yang mengucap Takbir, Istighar, Allah…. Redaksi sudah melihat cuplikan-cuplikan video yang beredar di sosial media dan memang benar…

Link video: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=878324875676659&id=100004974635467.
*Sumber: portal-islam.id

Rina Bukan Semata Buka Jilbab Tapi Rina Sedang Kampanye Buka Jilbab

Kenapa sih orang buka jilbab aja diributin? Nanti jadinya ngomongin orang. Ya karena persoalannya bukan sekedar buka jilbab. Tapi dia sudah 'kampanye' buka jilbab di mana-mana. Dan bukan ghibah, karena dia sendiri yang umbar ke mana-mana.


Di media-media, di akun Instagram, di tulisannya yang berargumen dengan kondisi Jepang, bahkan sampai nangis bombay di acara TV Corbuzier. Kalau sekedar buka jilbab itu sih urusan pribadi dia dengan Tuhan.

Bukan cuma si 'hidung' (nose) kok artis yang buka jilbab, sebelumnya juga ada beberapa. Tapi tak heboh, tak bikin dramatisasi, tak buat pembenaran, maka umat Islam pun tak persoalkan. Apa pernah Umat Islam heboh sebelum ini gara-gara ada artis buka jilbab? Gak ada.

Karena si 'hidung' gak mancung ini sudah 'kampanye' buka jilbab di mana-mana, maka wajib direspon. Agar tak ada yang jadi korban. Dan ternyata memang sudah memakan korban.

"..dan temanku menjadi korbannya yg tadi nya tertutup jadi membuka hijab gara2 si nose, malah memposting nya di fb klw dia nyaman," tutur @ByahlisaElfrida.

"Kalau ada muslim berbuat dosa kemudin bertaubat, selayaknya kita ulurkan tangan dan rangkul. Namun jika berbuat dosa dan kemudian bangga akan dosanya tersebut maka baginya hanya satu kata, LAWAN!" kata @hasmi_bakhtiar. 

Kalau sudah seperti ini terus diam saja??? Sementara 'Si Hidung' secara sadar atau tidak dimanfaatkan untuk kampanye buka jilbab oleh pihak-pihak yang benci Syariat. (*dari: portal-islam.id)

10 Perusahaan yang Mengendalikan Segala Sesuatu yang Kita Beli

Hari ini, sadar atau tidak, hampir semua yang Anda beli di toko-toko diproduksi oleh 10 perusahaan transnasional. Apakah itu Mars atau Snickers, Sprite atau Fanta - apapun yang Anda pilih, uang Anda pergi ke orang yang sama.


Lihat saja daftarnya di bawah ini untuk melihat siapakah yang benar-benar memiliki pasar.

1. Kraft Foods

Didirikan pada tahun 1903 oleh James Kraft, sekarang menjadi produsen terbesar kedua produk makanan kemasan di dunia. Produk-produk mereka dijual di 155 negara.

2. Nestlé S.A.

Nestle adalah produsen terbesar di dunia produk makanan, yang selalu mengklaim meraih rekor omset setiap tahun. Beberapa merek yang dihasilkan antara lain Nescafé, KitKat dan Nesquik.

3. Procter & Gamble

Pemimpin pasar global dalam produk konsumen, Procter & Gamble juga perusahaan periklanan terbesar di planet ini, menghabiskan sekitar AS$8 miliar iklan per tahun.

Mereknya yang paling terkenal antara lain Fairy, Ariel and Lenor, serta Pampers, Tampax, Head & Shoulders, Pantene, Old Spice, Hugo Boss, dolce & Gabbana, Gucci ... dan banyak lagi.

4. Johnson & Johnson

Kosmetik, produk kesehatan dan peralatan medis adalah salah satu hal yang Johnson & Johnson hadilkan melalui lebih dari 230 anak perusahaannya.

Mereka juga membuat berbagai macam obat-obatan dan produk perawatan tubuh, termasuk Acuvue dan penaten.

5. Unilever

Salah satu produsen terkemuka produk pembersih rumah tangga. Unilever juga membuat banyak makanan yang Anda konsumsi, serta parfum yang Anda kenakan.

6. Mars, Inc.

Terdapat kemungkinan bahwa setiap orang dari kita mengkonsumsi produk yang dimiliki oleh Mars setiap hari.

Mereka membuat beberapa permen paling populer, termasuk M & M, Snickers, Mars, Milky Way, Skittles, Twix, Bounty, Celebrations, dan Starburst, serta makanan yang kita berikan kepada hewan peliharaan kita dalam bentuk Pedigree, Whiskas, dan Kitekat.

7. Kellogg’s

Didirikan sebagai Battle Creek Toasted Corn Flake Company pada tahun 1906, di Michigan, Amerika Serikat, Kellogg sekarang menjadi salah satu produsen terbesar dari produk sereal sarapan dan produk makanan kenyamanan di dunia.

8. General Mills, Inc.

Salah satu perusahaan terbesar di dunia, General Mills, Inc berfokus pada produksi produk makanan, mainan dan pakaian, dan juga memiliki jaringan yang luas dari restoran.

Beberapa produk mereka yang umum diketahui adalah sayuran kaleng Green Giant, es krim premium Haagen-Daz, dan sereal bar Nature Valley.

9. PepsiCo

PepsiCo dibentuk pada tahun 1965, ketika The Pepsi Cola Company merger dengan Frito Lay.

Beberapa produknya yang paling terkenal antara lain 7up, Mountain Dew dan Tropicana serta Walkers Crisps, dan Cheetos.

10. Coca-Cola

Produsen terbesar minuman non-alkohol, konsentrat dan sirup di dunia, Coca-Cola juga merupakan salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

Produknya tidak hanya meliputi minuman ringan eponymous tetapi juga Fanta, Sprite, Schweppes, dan Bon Aqua, yang dijual di lebih dari 200 negara. (*Sumber: Intisari Online/BrightSide)

Pemuda Tewas karena Kelelahan Berhubungan Sex dengan Janda

Seorang pemuda, Dn, warga Jalan Bhayangkara Lingkungan IV Indra Kasih Medan Tembung Medan ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar Hotel Nusa Inn di Jalan Aksara Medan, Senin (11/9/2017) lalu.


Pemuda berusia 26 tahun itu ditemukan dalam kondisi membiru, setelah berhubungan sex dengan seorang janda bernama Nr.

Kepada Polisi, Nr mengaku sebelum tewas, teman prianya itu terlihat kesakitan. Sesaat kemudian, Dn tak sadarkan diri.

"Kami masuk hotel sekitar jam empat pagi. Memang kami sempat berhubungan badan," ujar Nr.

Setelah kelelahan berhubungan sex, Nr dan Dn tertidur pulas hingga pagi. Sekira pukul 07.00 WIB, korban sempat terbangun. Melihat Nr masih tidur, korban lantas kembali memejamkan mata.

Namun, pada pukul 10.00 WIB, giliran Nr yang terbangun. Karena melihat korban terlelap, Nr pun mandi.

"Setelah selesai mandi, saya lihat dia sudah seperti kesakitan. Saya langsung panggil resepsionis," terang wanita yang tinggal di Jalan Bersama Medan Tembung Medan ini.

Saat tiba di dalam kamar 45, petugas hotel dan Nr melihat tubuh buruh pabrik itu sudah membiru. Spontan, petugas hotel menghubungi pihak Polsek Percut Seituan Medan.

Polisi yang tiba kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena kelelahan. Dari keterangan keluarga, diduga korban memiliki riwayat penyakit jantung," kata Kapolsek Percut Seituan Medan, Kompol Pardamean Hutahaean yang ke lokasi bersama Kanit Reskrim Iptu Philip Purba.

Polisi menyebutkan, karena pihak keluarga tidak mau jenazahnya diotopsi, pihaknya langsung mengarahkan keluarga membuat surat pernyataan. Setelah itu, jenazah pun diserahterimakan. (*PojokSumut)

Siapa Sebenarnya Muslim Rohingya, Minoritas yang Paling Teraniaya di Dunia?

Muslim Rohingya kembali menjadi berita. Hal ini, tak lain dan tak bukan disebabkan oleh tindakan represif militer Myanmar terhadap etnis tersebut akhir-akhir ini.


Siapa sebenarnya Rohingnya?
Rohingya sering digambarkan sebagai "minoritas paling teraniaya di dunia".

Mereka adalah sekelompok etnis muslim yang telah tinggal selama berabad-abad di Myanmar yang mayoritas Buddha. Saat ini, ada sekitar 1,1 juta penduduk muslim Rohingya yang tinggal di kawasan yang oleh dunia Barat dikenal dengan sebutan Burma itu.

Etnis Rohingya berbicara menggunakan bahasa Rohingya atau Ruaingga. Ini adalah sebuah dialek yang berbeda dengan dialek lainnya yang diucapkan di negara bagian Rakhine dan di seluruh Myanmar.

Etnis Rohingya tidak dianggap sebagai salah satu dari 135 kelompot etnis resmi negara tersebut dan telah ditolak kewarganegaraannya di Myanmar sejak 1982 lalu. Kondisi ini, secara aktif membuat mereka sebagai kelompok tanpa negara.

Hampir semua orang Rohingya di Myanmar tinggal di pesisir barat negara bagian Rakhine dan tidak diperbolehkan pergi tanpa izin dari pemerintah Myanmar. Negara bagian Rakhine sendiri merupakan salah satu negara bagian termiskin di negara tersebut, dengan kamp-kamp ghetto dan minimnya layanan kebutuhan dasar.

Karena kekerasan dan penganiayaan yang terus berlanjut, ratusan ribu orang Rohingya telah melarikan diri ke negara-negara tetangga, baik melalui darat maupun laut selama beberapa dekat. Negara tujuan itu, salah satunya adalah Indonesia.

Dari mana Rohingya?

Menurut banyak sejarawan, Islam dan muslim telah ada di Myanmar sejak awal abad ke-12. "Rohingya telah tinggal di Arakan sejak dulu kala," kata The Arakan Rohingya Organisation, dilansir dari Al-Jazeera.

Selama lebih dari 100 tahun pemerintah Inggris (1824-1948) ada sejumlah migrasi buruh yang signifikan ke Myanmar dari tempat yang sekarang bernama Bangladesh (dulu masih bagian dari India).

Karena saat itu Inggris mengelola Myanmar sebagai bagian dari provinsi India, maka menurut Human Right Watch (HRW), migrasi itu dianggap sebagai migrasi internal. Meski begitu, migrasi itu dianggap sebagai hal yang buruk bagi penduduk asli Myanmar.

Setelah merdeka, pemerintah melihat migrasi yang terjadi selama penjajahan Inggris itu sebagai sesuatu yang "ilegal". Dan atas dasar inilah, Myanmar menolak memberi kewarganegaraan bagi mayoritas penduduk Rohingya.

Hal ini jugalah yang menyebabkan mayoritas umat Buddha di Myanmar menolak sebutan Rohingya dan lebih suka menggunakan panggilan Bengali. Mereka menyebut istilah Rohingya adalah istilah baru yang diciptakan untuk kepentingan politik.

Mengapa mereka dianiaya? Dan mengapa mereka tidak diakui?

Tak lama setelah Myanmar mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada 1948, Undang Undang Kewarganegaraan disahkan, yang menentukan etnis mana saja yang bisa diakui sebagai bagian dari Myanmar.

Menurut laporan International Human Right Clinic di Yale Law School tahun 2015, etnis Rohingya, sialnya, tidak termasuk di dalamnya. Tindakan itu, bagaimanapun, memungkinkan mereka yang keluarganya tinggal di Myanmar setidaknya dua generasi untuk mengajukan kartu identitas.
Rohingya awalnya diberi identitas atau kewarganegaraan berdasarkan ketentuan generasional. Beberapa orang Rohingya juga ada yang masuk di parlemen.

Setelah kudeta militer 1966 di Myanmar, keadaan berubah secara drastis bagi Rohingya. Semua warga negara diminta untuk mendapatkan kartu registrasi nasional. Rohingya, bagaimanapun, hanya diberi kartu identitas asing, yang membatasi pekerjaan dan kesempatan melanjutkan pendidikan.

Pada 1982, sebuah undang-undang kewarganegaraan baru disahkan, dan secara efektif membuat orang-orang Rohingya tidak punya status warganegara.

Di bawah undang undang itu, Rohingnya kembali tidak diakui sebagai salah satu dari 135 kelompok etnis di negara tersebut. Sejatinya undang undang tersebut menerapkan sistem tiga tingkat kewarnegaraan. Untuk mendapatkan tingkat yang paling dasar—yaitu naturalisasi—seseorang harus punya bukti bahwa keluarganya telah tinggal di Myanmar sebelum tahun 1948. Ia juga harus lancar melafalkan bahasa nasional.

Sialnya, banyak penduduk Rohingya yang tidak memenuhi dokumen tersebut, bisa karena tidak tersedia atau karena ditolak. Sebagai konsekuensinya, hak mereka untuk belajar, bekerja, bepergian, menikah, mempraktikkan agama, dan mengakses layanan kesehatan terus dibatasi. Mereka juga tidak bisa memberikan suara dalam pemilu.

Jikapun mereka lolos ujian kewarganegaraan, mereka juga harus bersedia disebut sebagai "naturalisasi" dan menghilangkan identitas Rohingya-nya.

Sejak tahun 1970-an, sejumlah tindakan represif kepada minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine telah memaksa mereka untuk melarikan diri ke negara-negara tetangga. Ada yang kembali ke Bangladesh, ada yang pergi ke Malaysia, Thailand, dan negara Asia Tenggara lainnya.
Selama tindakan represif itu, orang-orang Rohingya mengaku diperkosa, disiksa, dibakar, dan dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar.

Kondisi semakin panas setelah kematian sembilan polisi Myanmar di daerah perbatasan. Pemerintah menuding militan bersenjata Rohingya sebagai aktor dari pembunuhan tersebut. Pembunuhan itu menyebabkan tindakan keras aparat keamanan Myanmar terhadap desa-desa di mana orang-orang Rohingya berada.

Selama tindakan kekerasan itu, aparat keamanan Myanmar dianggap telah melakukan serangkaian pelanggaran hak asasi manusia termasuk pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan, dan pembakaran—meski tuduhan itu ditolak oleh pemerintah Myanmar.

Pada November 2016, seorang pejabat PBB menuduh pemerintah melakukan “pembersihan etnis”—kita mengenalnya dengan genosida—muslim Rohingya. Ini bukan pertama kalinya tuduhan itu dibuat.

Pada April 2013, misalnya, HRW mengatakan bahwa Myanmar sedang melakukan kampanye pembersihan etnis Rohingya. Dan lagi-lagi, tuduhan itu secara konsisten dibantah oleh pemerintah. Baru-baru ini, militer Myanmar telah memberlakukan tindakan keras terhadap komunitas Rohingya di negara tersebut setelah pos polisi dan sebuah pangkalan militer diserang pada akhir Agustus lalu.

Menurut warga dan para akvitis, militer Myanmar menembaki orang-orang Rohingya tanpa pandang bulu; pada para pria yang tak bersenjata, para perempuan, dan anak-anak. Di sisi lain, pemerintah Myanmar menyebut bahwa serangan terhdap pos polisi itu telah menewaskan setidaknya 100 orang.

Sejak kekerasan itu meletus, kelompok hak asasi manusia telah mencatat kebakaran setidaknya di 10 titik di wilayah negara bagian Rakhine. Lebih dari 50 ribu orang melarikan diri dari amukan tersebut, dan ribuan di antara terjebak di antara dua negara: Myanmar dan Bangladesh.

Menurut PBB, ratusan wara sipil yang mencoba memasuki Bangladesh telah didorong mundur oleh patroli. Banyak juga yang ditahan lalu dikembalikan ke Myanmar secara paksa.

Berapa banyak orang Rohingya yang telah pergi dari Myanmar?

Sejak 1970-an akhir, hampir satu juta muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar karena penganiayaan yang terus terjadi. Menurut data terbaru dari PBB Mei lalu, lebih dari 168 ribu orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar sejak tahun 2012.

Pada Oktober 2016, tindakan keras militer Myanmar terhadap penduduk Rohingya memaksa sekitar 87 ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Tak hanya itu. Banyak orang Rohingya yang mempertaruhkan nyawa mencoba pergi ke Malaysia dengan kapal melintasi Teluk Bengala dan Laut Andaman. Antara 2012 – 2015, lebih dari 112 ribu orang melakukan perjalanan yang menantang maut itu.

PBB memperkirakan, ada sebanyak 420 ribu pengungsi Rohingya di Asia Tenggara. Selain itu, sekitar 120 ribu pengungis Rohingnya di negara sendiri.

Rohingya dari perspektif Aung San Suu Kyi dan pemerintah Myanmar

Kanselir Myanmar Aung San Suu Kyi, yang merupakan pemimpin de factoMyanmar, telah menolak untuk benar-benar membahas persoalan ini. Suu Kyi dan pemerintahannya tidak mengakui Rohingya sebagai kelompok etnis dan telah menyalahkan kekerasan di Rakhine dengan menyebut sebagai tindakan “teror”.

Peraih Nobel Perdamaian itu memang tidak punya kendali atas militer. Tapi, hal itu tidak membebaskannya dari kritik yang menyebutnya gagal menekan militer untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Suu Kyi juga dianggap tidak becus memperjuangkan hak asasi orang-orang Rohingya.

Lebih dari itu, pemerintah juga berulang kali menolak tuduhan pelanggaran. Pada Februari 2017 lalu, PBB menerbitkan sebuah laporan yang menemukan bahwa pasukan pemerintah Myanmar "sangat mungkin" melakukan kejahatan kemanusiaan sejak operasi militer dimulai pada Oktober 2016.

Pada saat itu, pemerintah tidak secara langsung menangani temua laporan dan mengatakan bahwa pihaknya memiliki "hak membela negara dengan cara yang sah" melawan "meningkatnya aktivitas terorisme". Mereka juga mengklaim punya bukti-bukti cukup untuk melegalkan aksi represifnya.

Pada Apri, Suu Kyi mengatakan dalam sebuah wawancara langka dengan BBCbahwa frasas "pembersihan etnis" terlalu berlebihan untuk menggambarkan situsi di Rakhine. "Kurasa tidak ada pembersihan etnis yang terjadi," ujarnya. "Saya pikir pembersihan entis terlalu berlebihan untuk digunakan pada apa yang sedang terjadi (pada orang-orang Rohingya)."

Sejatinya ada beberapa upaya yang dilakukan Suu Kyi untuk meredam konflik tersebut. Salah satunya dengan menunjuk mantan Sekjen PBB Kofi Anan untuk memulihkan perpecahan di sana.
Rohingya dari kacamata Bangladesh Ada hampir setengah juta pengungsi Rohingya yang tinggal di sebagian besar kamp-kamp di Bangladesh. Tapi mayoritas tidak terdaftar.

Bangladesh menganggap, orang-orang yang melintasi perbatasan tinggal di luar kamp sebagai "penyusup yang ilegal". Bangladesh, bagaimanapun, berkali-kali mencoba menghalau pengungsi yang menyeberangi perbatasan.

Akhir Januari lalu, Bangladesh telah memunculkan rencana untuk memindahkan puluhan ribu pengungsi Rohingya dari Myanmar ke sebuah pulau terpencil yang rawan banjir. Kelompok hak asasi manusia menyebut pulau ini sebagai pulau yang "tidak dapat dihuni".

Berdasarkan rencana tersebut, yang sejatinya sudah diwacanakan pada 2015 lalu, pihak berwenang akan memindahkan orang-orang Rohingya yang tidak berdokumen itu ke Thengar Char di Teluk Benggala.

Tak pelak, usulan itu mendapat hujan kritik dari para aktivis hak asasi manusia. Selain itu, PBB juga menyebut usulan itu tidak sederhana dan sangat kontroversial.

Baru-baru ini, pemerintah Bangladesh dilaporkan telah mengusulkan sebuah operasi militer gabungan di Rakhine untuk membantu militer Myanmar melawan militan bersenjata di Rakhine. Tapi kementerian luar negeri takut jika rencana itu bisa menyebabkan masuknya pengungsi baru memasuki perbatasan. (Aljazeera)